Kajian Literatur Perundungan

     Rumusan masalah perundungan 
 Kajian Literatur ini memuat tentang penyebab perundungan perundungan,dampak perundungan, solusi perundungan .pada kajian Literatur penyebab perundungan , penulis menggunakan hasil penelitian terdahulu dari Alfiyatun (2023), kemudian hasil penelitian dari Sigit dkk (2020),lalu yang terakhir penelitian dari Abyan Wicaksono,dan kawan kawan .(2024). untuk kajian literatur dampak perundungan , penulis menggunakan hasil penelitian Hasan Bastomi,dkk, kemudian hasil penelitian dari Syamsul Bachri Thalib,dkk(2021).lalu yang terakhir penelitian dari Fransiska Novita Eleanora,dkk (2021). untuk kajian literatur solusi perundungan, penulis menggunakan hasil penelitian terdahulu dari Nur Huda.(2022). kemudian hasil penelitian dari Izzah, dkk(2018).lalu yang terakhir  penelitian dari Umar (2019).
 
Menurut Alfiyatun, (2023). Yaitu Artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab terjadinya bullying yang dilakukan oleh remaja, peran dalam bullying, dan jenis-jenis bullying. Sumber data penulisan ini dilakukan dengan metode studi dokumentasi. Pada artikel ini didapat hasil faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying berasal dari individu, keluarga, kelompok bermain, hingga komunitas pelaku. Tindakan ini erat kaitannya dengan dunia pekerjaan sosial, dimana mereka harus mengaktifkan perannya sebagai konselor untuk menghentikan perilaku bullying.

Menurut Sigit dkk, (2020).Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor penyebab menjadi pelaku bullying di lingkungan pesantren sebagai suatu institusi pendidikan Islam khas Indonesia. Pesantren diasosiasikan dengan lembaga pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan, perilaku positif, dan muatan keagamaan yang kuat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melakukan analisis tematik dari hasil wawancara dengan pelaku bullying di pesantren yang minimal telah satu tahun menjalani pendidikannya dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hasil dari penelitian ini ditemukan lima tema yang menjadi penyebab perilaku bullying di pesantren yaitu faktor individu, keluarga, media massa, teman sebaya dan lingkungan sekolah.

Menurut Abyan Wicaksono,dan kawan kawan .(2024).Bullying adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius yang mempengaruhi kesehatan mental anak-anak. Penelitian ini dilakukan untuk memahami perilaku bullying di Indonesia, dengan mengambil sampel responden di SMAN 23 Jakarta, sebagai bagian kecil dari seluruh populasi siswa SMA di Indonesia. Penyebaran kuesioner yang dilakukan oleh peneliti memperoleh 30 responden. Hasil angket menunjukkan bahwa 27% pernah melakukan bullying, 37% siswa melakukan bullying hanya sekali atau dua kali, sedangkan 36% melakukan bullying secara rutin. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa banyak pelaku intimidasi, terutama mereka yang juga menjadi korban intimidasi, menunjukkan tingkat psikopatologi yang tinggi. Sangat penting bahwa upaya intervensi yang efektif dilakukan untuk meringankan fenomena sekolah yang meresahkan ini. Komponen program anti-intimidasi yang paling efektif adalah di mana kontrol sosial informal dibentuk, khususnya dalam kaitannya dengan tindakan intimidasi. Guru memainkan peran penting dalam banyak program yang ditujukan untuk mengurangi intimidasi di sekolah. Guru perlu menyadari apa itu bullying, memiliki pengetahuan tentang konsekuensi negatif dari bullying bagi korban, merasa mampu menangani situasi bullying, dan mengetahui strategi apa yang digunakan dalam situasi seperti itu.


    *Dampak perundungan 
Menurut Hasan Bastomi,dkk.Fenomena perundungan di media sosial mempengaruhi jiwa remaja yang menimbulkan dampak negatif pada kinerja akademik, gangguan emosional dan kekacauan dalam hubungan. Dalam perundungan di media sosial terjadi perbedaan dampak yang signifikan berhubungan dengan gender, bagi anak perempuan cenderung lebih menderita dan lebih terpengaruh dalam perundungan di media sosial dibandingkan dengan anak laki-laki. 

 Menurut Syamsul Bachri Thalib,dkk(2021).Dampak perilaku perundungan bagi korban adalah munculnya kecemasan, rasa rendah diri, traumatik sedangkan bagi pelaku perilaku perundungan adalah tidak senang pada orang lain, merasa puas, malu, dan tertekan. Sekolah melakukan beberapa usaha untuk mengatasi perundungan, seperti memberikan nasehat, konseling, sosialisasi anti-bullying, memediasi konflik siswa, memanggil orang tua, hingga memberikan hukuman. Penelitian ini tidak menemukan pengaruh perundungan terhadap konsep diri dan kontrol diri.

Menurut Fransiska Novita Eleanora,dkk (2021).Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan pengabdian atau sosisalisasi ini adalah adanya peningkatan pemahaman dari siswa dan siswi terhadap bahaya dan dampak dari cyberbullying (perundungan di dunia maya) serta aturan-aturan dan penerapan sanksi yang mengaturnya, dengan sosialisasi ini juga maka dalam penggunaan media sosial harus selalu berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakannya agar tidak merugikan diri sendiri.
 

 Solusi
 Menurut Nur Huda.(2022).Perundungan atau dikenal dengan bulliying menjadi fenomena yang tidak asing ditemui di sekolah-sekolah. Menjadi keresahan di kalangan pendidik. Menjadi kegelisahan bagi orang tua. Sampai saat ini terus meningkatkan peningkatan kasus dan tidak terbendung. Masing-masing lembaga pendidikan mencoba dengan segala cara untuk menghentikan atau paling tidak mengurangi jumlah kasus yang muncul, namun banyak yang gagal dan menyerah. Penelitian ini mengangkat fenomena perundungan, penyebab internal dan eksternal berikut dampak-dampak dari perundungan bagi fisik dan psikoligis korban. Penelitian ini akan memberi solusi 
dalam sudut pandang Islam. Penitian ini menunjukkan kelemahan dari yang ditawarkan oleh psikologi barat. 


Menurut Izzah, dkk(2018) Pola Asuh Holistik sebagai Alternatif Solusi Pencegahan Perundungan dalam Perspektif Al-Qur'an. Tesis S2, Institut PTIQ Jakarta. Kasus kekerasan pada anak menjadi sebuah hal yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi pada anak, adalah perundungan, atau biasa dikenal dengan istilah bullying. Di Indonesia sendiri, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) yang mencatat dari tahun 2011 hingga September 2017, telah menerima 26ribu pengaduan terkait masalah perundungan tersebut. Dalam 

Menurut  Umar Ibrahim
Atina Balqis Izzah(2019).Kasus kekerasan pada anak menjadi sebuah hal yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi pada anak, adalah perundungan, atau biasa dikenal dengan istilah bullying. Sikap perundungan tidak serta merta terjadi begitu saja pada diri anak. Mirip tindak kejahatan lainnya, ada faktor penyebab yang membuat seorang anak melakukan tindakan perundungan. Salah satunya adalah kesalahan penerapan pola asuh pada anak. Hal serupa diungkapkan oleh Imam Ghazali, bahwa pola asuh orang tua berhubungan besar dengan tingkah laku anak pada saat ia besar. Perilaku buruk bisa dilindungi dari seorang anak dengan pengarahan moral yang baik (mulai ia masih kecil). Makalah ini mencoba menawarkan pola asuh holistik dalam perspektif Al-Qur'an sebagai alternatif solusi pencegahan perilaku perundungan pada anak, dengan pendekatan hubungan anak dengan iman dan Islam serta peringatan dan perhatian terhadap anak, yang didasarkan pada ayat-ayat Al Qur'an yang menjelaskan tentang pola asuh orang tua terhadap anak.
 Kesimpulan 
 Berdasarkan  kajian literatur tersebut dapat disimpulkan , pertama penyebab perundungan, berasal dari faktor individu.kedua cara dampak perundungan berasal dari munculnya kecemasan, rasa rendah diri, traumatik sedangkan bagi pelaku perilaku perundungan adalah tidak senang pada orang lain, merasa puas, malu, dan tertekan. Ketiga solusi perundungan yaitu Penelitian ini akan memberi solusi 
dalam sudut pandang Islam. Penitian ini menunjukkan kelemahan dari yang ditawarkan oleh psikologi barat. 
Daftar Pustaka 
Bastomi, H., & Hidayah, S. N. M. (2019). Fenomena Perundungan Di Sosial Media: Telaah Dampak Perundungan Bagi Remaja. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 6(1), 235.
http://journal.iainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/6437 (diakses pada tanggal 29 februari 2024 pukul 13.20 WIB)
Eleanora, F. N., & Al Adawiah, R. (2021). Sosialisasi Bahaya Dan Dampak Cyberbullying (Perundungan Dunia Maya) Bagi Pelajar Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Bekasi. Jurnal Pengabdian Barelang, 3(01), 70-72.dalam
https://forum.upbatam.ac.id/index.php/jpkm/article/view/2685 (diakses pada tanggal 29 februari 2024 pukul 13.29 WIB).
Febriani, A., Marselia, T., Nabilah, A. P., Wulansari, R., Dewi, I. T. C., Daniel, M., ... & Susilo, A. T. (2023). UPAYA PIHAK SEKOLAH DALAM MENANGGULANGI KASUS BULLYING DI LINGKUNGAN SMPN 7 TANGGERANG. Pendidikan Karakter Unggul, 2(4). Dalam https://scholar.google.com/citations?user=tmSWW0kAAAAJ&hl=id&scioq=apa+yang+penyebab+terjadi+perundungan&oi=sra (di akses pada tanggal 29 februari
Ibrahim, U., & Izzah, A. B. (2019). POLA ASUH HOLISTIK SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN. Madani Institute: Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya, 8(2), 97-116.dalam https://www.jurnalmadani.or.id/index.php/madaniinstitute/article/view/26 (diakses pada tanggal 29 februari 2024 pukul 13.43 WIB).
Izzah, A. B. (2018). Pola Asuh Holistik sebagai Alternatif Solusi Pencegahan Perundungan dalam Perspektif Al-Qur’an (Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta
  (Diakses pada tanggal 29 Februari 2024 pukul 13.50 WIB)
Huda, N. (2022). PERUNDUNGAN DI SEK
http://www.e-jurnal.stail.ac.id/index.php/tadibi/article/view/469 (diakses pada tanggal 29 februari 2024 pukul 13.36 WIB)
Nugroho, S., Handoyo, S., & Hendriani, W. (2020). Identifikasi Faktor Penyebab Perilaku Bullying Di Pesantren: Sebuah Studi Kasus. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 17(2), 1-14.Dalam
https://journal.uir.ac.id/index.php/alhikmah/article/view/5212 (diakses pada 29 februari 2024 pukul 13.06 WIB ).
Thalib, S. B., Thalib, T., & Makkatenni, N. H. (2021). Perundungan pada Siswa SMP, Dinamika Kontrol Diri dan Konsep Diri: Faktor, Dampak dan Usaha Penanggulangan. Jurnal Psikologi Karakter, 1(2), 83-93. Dalam 
https://journal.unibos.ac.id/jpk/article/view/1148 (diakses pada tanggal 29 februari 2024 pukul 13.25 WIB). 

Vanista, A., & Patmawati, I. (2023). Faktor Penyebab Perundungan Pada Pelajar Usia Remaja Di Pangandaran. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 1(3), 1067-1072. Dalam https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jpdsk/article/view/465 (diakses pada 29 februari 2024 pukul 09.28 WIB)

 Penulis adalah Selvi Winda H. Siswa kelas XL 7 SMA 1 negeri jakenan .